Hai Orang Munafik

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (ا شهد أن لا إله إلا الله) dan Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah (و اشهد أن محمد ر سو ل الله), dua kalimat ini adalah kalimat syahadat. Maksudnya yaitu siapa saja orang yang membaca 2 kalimat tersebut maka ia bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah SWT dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Bagi umat muslim, syahadat adalah yang utama. Karena tidak ada 'islam' bagi seseorang di dalam dirinya, kecuali jika ia sudah bersyahadat.
Picture by: Free-Photo
"Dasar kamu munafik, bermuka dua. Bilangnya gini, eh tapi nyatanya gitu". Pernah tidak membaca atau mendengar kalimat semacam itu, baik di sosial media atau bahkan di dunia nyata? Kalau saya pribadi sih jujur pernah mendengar kalimat seperti itu.

Nah latar belakang saya menulis artikel yang berjudul "Hai Orang Munafik" adalah karena banyaknya orang-orang yang dengan mudahnya mengatakan orang lain itu munafik.

Arti syahadat bagi diriku

Syadat berarti pengakuan, pengakuan Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Nabi Muhamamd adalah utusan-Nya. Bagiku, syahadat bukan hanya sebatas pengakuan. Mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Dan mengakui bahwa Muhammad adalah utusan-Nya. Tapi juga sebagai bentuk ketaatan. Karena ketika kita sudah percaya akan hal tersebut, secara tidak langsung percaya juga terhadap ajaran-Nya. Ada yang diperintahkan, dan ada juga yang menjadi larangan.

Bukan hanya percaya, namun juga berjanji. Ya, bagiku syahadat adalah perjanjian. Perjanjian tiap individu dengan Tuhannya. Berjanji bukan hanya sebatas dimulut, melainkan juga perbuatan. Ini berarti seseorang harus melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarangnya.

Banyak orang yg mengatakan orang lainnya munafik, tapi sendirinya tidak sadar bahwa dirinya juga munafik. Karena jika merujuk kepada Wikipedia, munafik berarti, merujuk kepada mereka yang berpura-pura menjadi orang islam, namun mereka mengingkarinya. Sedangkan pengertian munafik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, munafik yaitu berpura-pura percaya atau setia kepada sebuah agama. Nah loh.

Sederhananya seperti ini. Awal kita bersyahadat, setelah bersyahadat berarti kita mempercayai atas apa yang tertulis di dalam 2 kalimat syahadat, kemudian kita berdusta.

Lantas bagaimana kalo ada yang bilang saya munafik? Saya jawab ya, saya munafik. Tapi kamu telat bilang saya munafik. Sebelum kamu bilang saya munafik, saya udah sadar diri kalo diri ini juga munafik.

Lalu apa bedanya aku dengan kalian, ketika kalian mengatakan diriku ini munafik, sedangkan dirimu saja masih suka bergosip? Bukankah dalam ajaran agama islam itu dilarang? Bukankah kamu sudah bersyadat yang berarti kamu percaya akan ajarannya, lantas mengapa kamu melanggarnya? Apakah itu tidak bisa disebut juga sebagai munafik?

Dengan demikian, apa arti syahadat bagimu?

Belum ada Komentar untuk "Hai Orang Munafik"

Posting Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel