Pengantar Filsafat

Bagaimana pengertian Filsafat?

Filsafat terdiri dari 2 kata, yatu filia dan sofia. 
Filia yang berarti cinta, suka dan gemar. Sedangkan sofia yaitu bijaksana. Jadi jika saya simpulkan maka, filsafat itu cinta akan kebijaksanaan. Karena filsafat itu mencari kebijaksanaan, bukan hanya kebenaran. Karena kebenaran tidak selamanya bijaksana.

Sejak kapan Filsafat itu ada?

Pengantar Filsafat - ngajifilsafat
Picture by: Jambullboy

Filsafat lahir ketika seseorang tidak percaya dengan jawaban-jawaban mitis pada masalah di hidupnya. Dimana filsafat berkembang, yang awalnya mitos pasti berkembang menjadi logos.
Logis dapat diartikan logis. Artinya menyelesaikan sebuah masalah dengan cara /rasio/logika.
Sedangkan mitos, seperti dongeng ataupun legenda. Kalau merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita akan menemukan arti mitos. Menurutnya, mitos adalah sebuah cerita suatu bangsa tentang dewa pada zaman dahulu.
Sebenarnya juga sejak kecil manusia itu sudah mulai berfikir. Misalnya saja ketika bayi sedang lapar, ia menandakannya dengan tangisan.
Di Yunani, sebelum filsafat lahir, mitos berkembang begitu pesat. Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya dewa-dewa yang berkembang di kalangan masyarakat Yunani. Namun mitos sendiri tidak selalu dalam posisi negatif atau jelek, akan tetapi ini tidak rasional, sifatnya tidak universal, tidak terbuka, sistemnya tertutup, sudah pasti tidak logis atau tidak masuk akal.

Misalnya kita di Indonesia percaya dengan Nyai Roro Kidul, namun bagi wisawatan asing yang datang ke Indonesia, mereka tidak percaya dengan 'keberadaan' Nyai Roro Kidul.
Nah hal seperti itu lah yang dapat kita sebut dengan mitos.

Dari mitos berubah menjadi logos. Dari cerita-cerita mitis, bergeser menjadi logika. Mencoba berfikir, 'ah masa iya' dewa hujan (misalnya) dapat mengatur intensitas hujan ataupun 'ah masa iya, Nyai Roro Kidul dapat 'mengambil' seseorang yang berenang dengan memakai baju hijau'
Jadi lebih kepada 'dapat dibuktikan, bukan sebatas cerita dari masyarakat terdahulu saja.

Kapan lahirnya filsafat dalam diri seseorang?

Dari referensi yang saya dapat, seseorang dapat dikatakan telah berfilsafat jika:
  1. Sudah mau memulai untuk berfikir logis. Buka fikiran untuk mencoba berfikir secara rasional.
  2. Rasa ingin tahu yang tinggi. Tidak ada hal biasa yang ada di sekelilingmu, semuanya luar biasa, dapat kita pertanyakan atau pertimbangkan. Rasa ingin tahu itu sebenarnya naluriah atau fitrah. semua manusia itu sebenarnya memiliki 'rasa ingin tahu yang tinggi', namun kadang kala rasa 'ingin tahu itu' kita bunuh, misalnya seperti di marahi ibu, kawan atau lainnya. Banyak hal yang mungkin menurut mu biasa, tapi kamu perlu tahu 'argumennya'. Contohnya "kenapa kendaraan roda dua tanpa mesin disebut sepeda, sedangkan kendaraan roda dua dengan menggunakan mesin disebut motor?' Bertanyalah, apapun pertanyaan itu, karena hal semacam ini dapat membuat pikiran kita semakin berkembang.
  3. Wishom (kebijaksanaan). Kebijaksanaan itu tidak sama dengan kebenaran. Filsafat tidak semata-mata cinta dengan kebenaran, namun juga cinta dengan kebijaksanaan. Benar tidak selalu bijaksana. Bijaksana itu pas.
Contoh kasusnya: Jika ada temanmu yang kulitnya hitam, kemudian kamu memanggil dia dengan 'weh hitam sini'. Itu memang benar, tapi tidak pas (bijkasana).
Karena kebenaran yang tidak dikelola dengan baik, maka hasilnya buruk/rusak.
  • Filsafat menuntut kita untuk hidup secara reflektif, yaitu hidupnya yang tidak asal-asalan. Kebanyakan orang hidup tidak dengan keseriusan.
Misalnya ketika ada seorang non-muslim yang bertanya kepada dirimu yang muslim, dia bertanya "kenapa kamu tetap muslim hingga saat ini? apa yang membuatmu tetap bertahan dengan agama islam?
Lainnya, 
apakah jurusan yang kamu ambil saat ini adalah jurusan yang tepat bagi hidupmu? Lalu, kenapa kamu mengambil jurusan ini? Dan apakah yakin dengan jurusan yang kamu ambil saat ini, dapat membuat hidupmu lebih baik atau dapat membuat hidupmu menjadi sukses?"
Kita harus tahu kapan kita harus berbuat sesuatu dan kapan kita tidak berbuat sesuatu, itu yang disebut bijaksana.
  • Filsafat juga menguji hidup kita. Menguji tentang identias diri kita, kualitas diri kita sendiri.

Apa saja tugas filsafat?

Ada tiga tugas filsafat yang saya ketahui, yaitu:
  1. Memperjelas konsep.  Konsep itu diibaratkan sebuah 'jembatan', artinya konsep itu adalah sebuah jembatan orang yang berfikir. Jangan sampai ketika kamu memperjelas sesuatu, jangan sampai membuat orag lain tidak paham, atau justru malah membingunkan. Kita harus memperbaiki konsep, agar orang yang kita beri penjelasan dapat menerima penjelasan kita. Agar konsep menjadi jelas, coba lah latihan membuat definisi akan sesuatu. Misalnya saja, apa itu kursi? Apa itu meja? Apa itu buku? Dan lain sebagainya.
  2. Mengkritisi. Kritis adalah meletakkan sesuatu sesuai porsinya atau sesuai proporsinya. Kritis tidak selalu identik dengan arti mencari kesalahan. Kadang ada sesuatu yang bener dan baik, namun tidak pas. Contohnya seperti tadi, kamu memiliki teman yang berkulit hitam. Kritis itu ketika kamu sudah mulai mempernyatakan sebuah masalah diluar konteksnya. Kebanyakan orang karena berbeda sudut pandang saja dapat membuat mereka bermusuhan. Misalnya ketika kamu dan temanmu melihat sebuah mobil dari 2 sudut pandang. Kamu melihatnya dari bagian belakang mobil, sedangkan temanmu melihatnya dari bagian depan mobil. Apakah kamu dengan temanmu memberi pernyataan yang sama tentang mobil? Tentu tidak, tapi pernytaan kamu dengan temanmu tentang mobil yang sudah dilihat adalah benar.
  3. Membangun sebuah argumen. Bertanyalah 'mengapa', karena pertanyaan 'mengapa' dapat menghasilkan sebuah argumen.

3 hal ini yang disebut dengan refleksi. Dari refleski timbul aksi. Dari aksi timbul transformasi.

Bagaimana caranya agar kita dapat berfilsafat dengan benar dan baik?

Jika ingin berfikir secara filsafat, maka:
  1. Komprehensif. Semua variabel yang ada dalam hidupmu harus disebutkan.  Contohnya: ketika kamu ingin berbicara tentang sekolah. maka sebutkanlah semua hal yang berkaitan dengan sekolah. Jadi, sekolah ada ruang guru, papan tulis, kamar mandi, uks, mushollah, satpam, staff dan lain-lain.
  2. Radikal/mendalam. Dari kasus sekolah diatas, kita ambil salah satu 1 variabel yang kamu anggap memiliki keterkaitan dengan sekolah, misalnya saja kamar mandi. Apakah ketika ada sekolah tanpa kamar mandi masih tetap di namakan sekolah? Apakah jika sebuah sekolah tidak memiliki satpam tetap dinamakan sekolah? Dan lain sebagainya.
  3. Kritis.
  4. Konseptual reflektif.
  5. Koheren atau konsisten. Yaitu berfikir secara runtut, tidak loncat-loncat.  Jika kamu mengkaji tentang sekolah, maka terlebih dahulu mengkaji definisi sekolah, selanjutnya ciri-ciri sekolah, tujuan sekolah dan seterusnya.
  6. Bebas dan bertanggung jawab. Semua manusia bebas untuk berfikir. Tidak ada satupun manusia yang dapat menghalangi seseorang untuk berfikir. Ketika sudah mengeluarkan fikiran kita, maka kita harus dapat bertanggung jawab atas fikiran kita itu.
Jika disimpulkan maka ketika kita ingin befilsafat akal kita haruslah sehat. Terlepas dari pikiran yang tidak-tidak.

Artikel ini ditulis terkhusus untuk pribadi dan bersumber dari penjelasan bapak Dr. Fahruddin Faiz selaku dosen filsafat. Jika ada penulisan kata yang salah atau penjelasannya yang keliru, jangan salahkan bapak Dr. Fahruddin Faiz , tapi salahkan saya sebagai penulis yang belum benar dalam menyusun tulisan. Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Belum ada Komentar untuk "Pengantar Filsafat "

Posting Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel