Apakah Memaafkan Harus Melupakan Sebuah Kesalahan?
Memaafkan sebuah kesalahan - Pemaafan diartikan melupakan sebuah kesalahan, dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa. Jika kamu berfikiran seperti itu, berarti misconception dalam dirimu. Padahal tidak begitu, memaafkan bukan berarti kita harus melupakan kesalahan yang dibuatnya.
![]() |
| Memaafkan sebuah kesalahan - #ngajifilsafat |
Memaafkan Sebuah Kesalahan
Dalam prakteknya, jika ternyata pasanganmu telah selingkuh, kamu bisa saja memaafkan perbuatannya itu yang dapat membuat dirimu sakit hati. Namun apakah "perbuatan' selingkuh yang dilakukannya itu kamu lupakan? Jika di lupakan, bisa saja nanti kedepannya dia akan selingkuh lagi. Jadi, kamu bisa saja memaafkan dirinya, namun tidak untuk melupakan kesalahannya. Tidak apa-apa kamu tidak melupakan kesalahannya. Karena melupakan sebuah kesalahan juga bukan termasuk ke dalam pemaafan.
Kamu di kucilkan, di fitnah, di jauhi, di salahi, di bohongi dan di sakiti, untuk bisa memaafkan itu merupakan hal yang luar biasa. Karena katanya Ghandi, untuk memaafkan sebuah kesalahan, hanya dapat dilakukan oleh orang kuat.
Jadi maaf tidak ada hubungannya dengan kelemahan, karena tidak banyak orang yang dapat memaafkan kesalahan yang dibuat oleh orang lain. Berbeda dengan membalas sebuah kesalahan, semua bisa saja membalas kesalahannya. Ini ciri orang lemah.
Apakah memaafkan sebuah kesalahan diartikan sebagai ketidak adilan?
Sebanarnya antara keadilan dengan pemaafan ini sudah beda level. Karena adil adalah hak, sedangkan maaf adalah kemuliaan atau kebaikan. Agama menyuruh setiap muslim untuk berbuat adil. Seperti dalam surat an-Nahl ayat 60 yang berbunyi:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
Adil adalah paradigma hak. Tapi di atas adil ada ihsan, ihsan ini melebih adil. Biar mudah memahami, berikut contohnya.
Adil, Jika ada seseorang yang harus diberi Rp.30.000,00 ya kamu harus memberinya sebesar itu, Rp.30.000,00 pula. Sedangkan ihsan, memang hak dia mendapat Rp.30.000,00-, tapi karena alasan tertentu, misalnya untuk membantu, maka kamu memberinya lebih, sebesar Rp.50.000,00-
Maka dari itu, maaf ini levelnya di ihsan. Sebenarnya kamu punya hak untuk menuntut keadilan dan juga bisa membalas perbuatan tidak baik terhadap dirimu, namun kamu memaafkannya, tanpa membalas dendam kepadanya.
Maaf itu bukan hanya untuk orang-orang yang meminta maaf kepada dirimu. Tidak perlu menunggu orang lain untuk meminta maaf kepada dirimu. Mau dia meminta maaf atau tidak, kamu harus bisa memaafkannya terlebih dahulu, tanpa dia meminta maaf kepada dirimu.

Belum ada Komentar untuk "Apakah Memaafkan Harus Melupakan Sebuah Kesalahan?"
Posting Komentar