Mahatma Ghandi - Satyagraha (Kebenaran sama dengan Tuhan)

Satyagraha -  Secara harfiyah satyagraha berarti suatu pencarian kebenaran dengan tidak mengenal lelah. Berpegang teguh  pada kebenaran artinya satyagraha  merupakan jalan hidup seorang yang berpegang teguh terhadap tuhan yang maha esa dan mengabdikan seluruh hidupnya pada Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip satyagraha juga berarti kepercayaan bahwa jiwa dapat diselamatkan dari kejahatan dunia, dan juga dapat memberikan pertolongan, sejauh jiwa itu senantiasa berada dalam pencariannya terhadap Tuhan melalui kebenaran dan hanya kebenaran.
Mahatma Ghandi - Satyagraha (Kebenaran sama dengan Tuhan)
Mahatma Ghandi - Satyagraha

Apa itu satyagraha?

Sederhananya, "satya" adalah kebenaran. Sedangkan "graha" jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti rumah. Jika disimpulkan maka kita harus tinggal dalam kebenaran. Satu-satunya parameter yang dapat dan harus menjadi landasan kita dalam berperilaku, berbicara dan berfikir adalah kebenaran, tidak ada yang boleh selain itu.

Tentang kebenaran, katanya Ghandi, "kebenaran sama dengan Tuhan". Kalau kita hidup demi kebenaran berarti sama saja kita hidup demi Tuhan. Begitu pula, kalau kita mengabdikan diri kita kepada kebenaran, itu sama saja mengabdikan diri kita kepada Tuhan.

Jangan selalu menanyakan apa itu kebenaran.

Kalau kita masih menanyakan apa itu kebenaran, berarti hidup kita masih di dalam lingkungan "kebohongan", terbiasa membuat alasan-alasan yang tidak perlu yang sebenarnya kita paham kalau perbuatan tersebut salah. Maka dari itu, akal dan bathin kita menjadi tumpul. Sehingga setiap hari kita bingung mencari kebenaran. Kebenaran sudah ada dalam diri kita. Tanyakan ke dalam diri kita sendiri, jika tidak menjawab berarti ada yang salah dalam diri kita. Kalau hati kita tidak jernih, jernihkan. Kalau pikiran kita tidak sehat, sehatkan.
Karena sejatinya kita sudah tahu apa itu kebenaran. Hati kecil kita sudah tahu itu, akal kita masih waras, maka dari itu akal kita masih bisa memberi fatwa tentang kebenaran.

Hidup yang manipulatif, penuh kebohongan.

Latihan jujur agar terhidar dari hidup yang "manipulatif". Jika kita sedikit memberi perhatian kepada sekeliling kita, maka kita akan sadar bahwa hari ini untuk berbuat jujur pada diri sendiri itu mahal. Jujur pada diri sendiri itu jika kita berbuat salah, ya akui bahwa itu salah. Kalau kita berbuat keliru, ya akui kalau perbuatan itu keliru, meskipun nanti kita meminta maaf, memita kompensasi, namun pertama-tama kita harus mengakui kalau perubuatan itu salah. Hari ini sangat jarang melihat orang yang mengakui kesalahan. Bahkan sudah jelas salahnya, masih saja mencari alasan-alasan, mencari argumen agar ia tidak disebut orang yang bersalah.

Misalnya saja korupsi, sudah jelas ada buktinya, semua orang juga tahu kalau ia korupsi, korban-korbannya pun telah diketahui, namun ketika ia membuat pembelaan, berkas yang dibuatnya sangat tebal. Dan mungkin dari berkas tersebut isinya baik semua.

Jika kita hidup ber-satyanegara, maka hidup kita dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran berarti hidup dalam Tuhan. Kalau dalam bahasanya sufi, jika kita jalan maka Allah yang melangkah, jika kita melihat, maka Allah yang melihat, dan jika kita bergerak, berarti Allah yang bergerak. Jika kita sudah seperti itu maka kita sudah satyagraha, tidak perlu khawatir akan hidup kita, kita akan selamat dan tidak akan ada yang menyakiti. Lingkungan hidup kita menjadi sumber penyelamat diri kita sendiri, kita akan menjadi orang yang berani seperti Ghandi.

Ketika Ghandi berhadapan dengan apapun dia tidak takut. Misalnya saja ketka ia masuk ke dalam parlemen Belanda yang mewah dengan menggunakan pakaian yang digunakannya hanya seperti baju ihram dan ditertawakan oleh orang lain, ia  tidak masalah dan tidak pernah takut. Bahkan sempat dipenjra beberapa kali, Ghandi tidak pernah takut. Mengapa? Karena ia percaya ada Tuhan yang akan menolonnya

Belum ada Komentar untuk "Mahatma Ghandi - Satyagraha (Kebenaran sama dengan Tuhan)"

Posting Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel