Ketika Mahatma Ghandi Diam-diam Mencuri Tembakau

Dari sebagian kalian, pasti sudah tidak asing lagi mendengar atau membaca sebuah nama yaitu "Mahatma Ghandi". Dari ia, kita dapat menemukan kata-kata bijak, kata-kata yang dapat menjadi pelajaran. Di kesempatan ini, penulis mencoba untuk mengulas sedikit kisah hidup dari seorang Mahatma Ghandi. Langsung saja kita bahas.
Kisah hidup Mahatma Ghandi
Kisah hidup Mahatma Ghandi

Siapa Mahatma Ghandi Itu?

Mahatma Ghandi - Nama aslinya adalah Mohandas Karamchand Gandhi. Mahatma yang disematkan dinamanya adalah sebuah gelar dari India, yang memiliki arti orang yang jiwanya sangat besar atau orang yang luar biasa. Bagi umat hindu orang dapat dikatakan "mahatma" jika levelnya hampir seperti wali (kalau menurut islam). Ia dilahirkan pada tahun 1986, ayahnya adalah seorang dai, sedangkan ibunya merupakan seorang intelek. Makanya sejak kecil, Ghandi merupakan orang yang terdidik.

Ghandi bukanlah seorang pemikir yang luar biasa, namun aktivitasnya yang luar biasa. Dia sendiri merupakan seorang yang pemalu, padahal dia telah banyak dikenal banyak orang. Orangnya tidak percaya diri dan sedikit rendah diri.  

Penyesalan Ghandi

Pada saat ia berusia 13 tahun, ia dinikahkan oeh orang tuanya, bersamaan dengan kakaknya. Dari pernikahan ini ia mendapat pengalaman yang sedikit menyakitkan. Yaitu membendung nafsu birahinya. Dia merasa terlalu terburu-buru dalam menikah. 

Katanya Ghandi, "coba kalau aku tidak memanjakan nafsu, mungkin ada sedikit waktu untuk memperbaiki kualitas istri ku." Karena kualitas intelek dan aktivis antara Ghandi dengan istrinya sangatlah jauh. Selain itu, dia juga sangat menyesal ketika pada malam ayahnya meninggal dia sedang asik bersama istrinya.

Sejak kecil ia dikenal oleh masyarakat sebagai anak yang baik, namun anak kecil tetaplah anak kecil, ia pun terkadang melakukan perbuatan yang nakal. Suatu ketika dia diam-diam mencuri tembakau, mencuri kertas dan rokok, ini sering dilakukan, namun suatu saat dia sadar bahwa perbuatannya itu salah.

Atas perbuatannya itu, dia ada rasa penyesalan dan tidak berani menceritakan ini kepada bapaknya, karena takut menyakiti perasaan bapaknya. Namun, dia coba untuk memberanikan diri untuk menceritakan pebuatan yang salah itu kepada bapaknya melalui surat. Ia menulis surat untuk bapaknya yang berisi tentang perbuatannya itu. Ketika bapaknya membuka surat dari Ghandi, ia menangis. Bagi Ghandi, lebih menyakitkan jika bapaknya menangis ketika mengetahui perbuatannya itu dibandingkan memarahi dan memukulinya. Dari situ dia terinspirasi bahwa, "kekuatan diam jauh lebih dahsyat dari pada kekerasan."

Pendidikan Ghandi

Di sekolah, mata pelajaran yang sangat dia benci adalah olahraga. Karena di India ketika berolahraga melepas baju, sedangkan badannya Ghandi kecil, ia merasa malu. Namun belakangan, dia berpikir olahraga juga penting bagi tubuh.

Ghandi sempat belajar di Inggris, dan dia sempat menjadi pengacara. Namun ketika dia di sewa oleh seseorang untuk menjadi pengacaranya, ketika di persidangan dia keringat dingin dan akhirnya tidak berani berbicara, kemudian diserahkan kepada temannya sesama pengacara.

Suatu ketika, dia mendapat tawaran dari Afrika Selatan untuk menggerakan masyarakat. Di bidang ini, bakatnya terlihat. Dia membela masyarakat yang melawan pemerintah. Perlu diketahui bahwa, politik di Afrika Selatan dikenal dengan "Apartheid", yaitu sistem pemisahan manusia berdasarkan ras antar kulit putih dengan kulit hitam.

Dia sendiri pernah mendapat kekerasan dari masyarakat, salah duanya adalah dilempar dari kereta dan dipukuli oleh banyak orang. Hebatnya dia, walaupun banyak yang berbuat tidak baik kepadanya, dia tidak pernah melawan.

Mendekat Dengan Masyarakat Afrika

Ternyata Ghandi pernah membuat 3 klub sepak bola di Afrika Selata, dia menjadi orang pertama yang membangung asosisia sepak bola di Afrika. Ini bertujuan agar ia bisa dekat dengan masyarakat di sana. Kenapa ia memilih sepak bola? Karena pada saat itu olahraga sepak bola merupakan olahraganya orang miskin. Walaupun demikian, zaman sekarang pemain sepak bola internasional digaji hingga miliaran.

Ahimsa

Dari Afrika ia kembali ke India, ia memulai perjuangan yang dapat menggoncangkan dunia yang dikenal dengan "ahimsa". Ahimsa adalah menjatuhkan penjajah melalui tanpa kekerasan. Dan mungkin ini hanya terjadi sekali saja dalam seumur hidup, tidak ada yang dapat menggantikannya. 

Dengan Ahimsa, hampir semua cita-citanya Ghandi tercapai, kecuali satu, yaitu mempersatukan orang India lintas ras, lintas agama. Pertikaian sering terjadi antar ras, khususnya antar agama. Apalagi ketika terjadi pemisahan India-Pakistan, Ghandi sangat tidak setuju. Perpecahan bukan sekedar pecah begitu saja, di sana banyak terjadi pertumpahan darah antar mansia..

Ghandi sempat bersumpah akan puasa dan tidak akan berbuka atau mengakhiri puasanya sebelum orang-orang yang bertikai itu rukun. Namun hal tersebut tidak berjalan sempurna, ia ditembak mati oleh pengawalnya sendiri, militan Hindu karena kecewa dengan kebijakannya Ghandi yang pro pada semua agama, meskipun agamanya Ghandi sendiri adalah Hindu.

Belum ada Komentar untuk "Ketika Mahatma Ghandi Diam-diam Mencuri Tembakau"

Posting Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel